banner 120x600
banner 120x600

Arsitektur Hijau, Konsepsi Hunian yang Lestarikan Lingkungan Sekitar

  • Bagikan

AYORPOPERTI.COM – Pemanasan global dan lingkungan hidup menjadi isu serius yang ada di dunia. Oleh karena itu, pemilihan material yang ramah lingkungan dengan penggunaan sumber daya alam sangat diperlukan melalui pengaplikasikan konsep arsitektur hijau.

Nah, bagi kamu yang peduli terhadap lingkungan hidup, maka tak ada salahnya untuk ikut mengadopsi pembangunan rumah arsitektur hijau karena memiliki pengaruh baik dalam kelestarian lingkungan. Lantas, apa saja sih dampak positif yang diterima lingkungan melalui penerapan konsep arsitektur hijau? Simak ulasan Kania selengkapnya di bawah ini, ya!

Dampak positif pertama dari penerapan konsep arsitektur hijau adalah penggunaan energi yang lebih efisien. Secara umum, rumah arsitektur hijau dirancang khusus supaya dapat beradaptasi dengan lingkungan yang sudah ada.

Adapun, penerapannya dapat dilakukan mulai dari konsep bangunan itu sendiri, seperti mengoptimalkan denah bangunan serta membuat bukaan jendela dalam jumlah yang optimal untuk memaksimalkan udara alami. Dengan demikian, penggunaan AC atau pendingin ruangan dapat dikurangi.

Selain itu, konsep arsitektur hijau pun identik dengan pemanfaatan cahaya dan energi matahari sebagai sumber listrik serta pemilihan cat pada interior dengan warna cerah untuk memberikan efek terang tanpa harus menggunakan lampu di siang hari. Hasilnya, rumah arsitektur hijau pun secara efektif dapat menghemat penggunaan energi hingga 42 persen ketimbang bangunan standar yang memiliki ukuran sama.

Rumah arsitektur hijau juga memanfaatkan pendekatan dengan kondisi alam dan iklim di sekitar rumah untuk pengoperasian yang lebih ramah lingkungan. Pada prinsipnya, konsep arsitektur hijau sangat berorientasi pada sinar matahari serta memaksimalkan iklim melalui tumbuhan dan air.

Selain itu, konsep arsitektur hijau juga mengadopsi cross ventilation untuk menghasilkan udara yang bersih dan sejuk di dalam ruangan. Bukaan atap dan jendela juga diatur untuk memaksimalkan sebaran udara dan cahaya ke dalam rumah.

Idealnya, konsep arsitektur hijau dirancang dengan mengoptimasi material yang sudah ada untuk meminimalisir penggunaan material baru. Hal ini karena pada akhirnya setiap bangunan akan dimodifikasi atau dipakai kembali untuk membentuk konsep arsitektur lainnya. Melalui arsitektur hijau, kamu bisa memanfaatkan material bangunan yang mudah didaur ulang untuk konstruksi sehingga jumlah pembuangan limbahnya jauh lebih sedikit.

Pembangunan rumah arsitektur hijau dilakukan dengan penyesuaian terhadap kondisi lahan yang sudah ada sehingga tidak merusak lingkungan yang berada di sekitar rumah tersebut. Adapun, perencanaan konsep arsitektur hijau dilakukan melalui pembuatan desain yang mengikuti bentuk lahan dan menggunakan permukaan dasar bangunan berukuran kecil dengan pertimbangan desain arsitektur vertikal. Tak lupa, konsep arsitektur hijau pastinya memakai material yang tidak merusak lingkungan.

Penerapan konsep arsitektur hijau juga memengaruhi cara dalam mengadopsi konservasi air. Menurut beberapa sumber, pemakaian air pada rumah arsitektur hijau menghasilkan 34 persen limbah lebih sedikit daripada rumah standar dalam ukuran yang sama. Tak hanya limbah air, limbah dari penggunaan material bangunan pun jauh lebih sedikit karena konsep arsitektur hijau memaksimalkan sistem daur ulang dari material lama.

Berkat penggunaan material ramah lingkungan dan limbah rumah tangga yang jumlahnya lebih sedikit, dampak negatif terhadap lingkungan sekitar pun jadi berkurang. Lebih dari itu, konsep arsitektur hijau juga akan memengaruhi gaya hidup penghuni rumah jadi lebih baik.

Mereka bisa menikmati udara segar tanpa harus menyalakan AC sehingga tubuh jadi lebih sehat dan rumah bebas lembap berkat distribusi sinar matahari yang optimal. Suasana rumah pun jadi asri karena ada banyak tanaman di sekitar rumah arsitektur hijau.

banner 120x600
  • Bagikan