banner 120x600
banner 120x600

Halalkah Vaksin yang Anda Gunakan?

  • Bagikan

Oleh: Widya Viyana, Mahasiswi Teknologi Pangan Halal Universitas Muhammadiyah Bandung

AYOPROPERTI.COM – Vaksinasi adalah pemberian vaksin (antigen dari virus atau bakteri yang dapat merangsang imunitas (antibodi) dari sistem imun dalam tubuh. (Makhrus Munajat, 2017).

Dengan adanya Undang-Undang Republik Indonesia No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, (Republik Indonesia, Undang-Undang No 36 Tahun 2009, Bab VII, Pasal 130) yaitu pemerintah mewajibkan imunisasi serta memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan pemberian Imunisasi. Hal ini berguna memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Indonesia, diberlakukannya pemberian imunisasi secara lengkap dan tidak ada pungutan biaya atau gratis oleh pemerintah diharapkan mampu menekan angka kematian pada bayi.

Perintah wajib imunisasi tidak seutuhnya diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat banyak pro dan kontra terkait Fatwa Majelis Ulama Indonesia No 04 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

Banyak persepsi muncul mengenai kandungan babi yang terdapat didalamnya. Pro dan kontra tentang imunisasi terus bergulir dari tahun ke tahun.

Vaksin merupakan produk biologi yang berisi antigen berupa mikro organisme yang sudah mati atau masih hidup tetapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikro organisme yang telah diolah menjadi toksid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lain, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Al-Dharurat adalah kondisi keterpaksaan yang apabila tidak diimunisasi dapat mengancam jiwa manusia, Al Hajat adalah kondisi keterdesakan yang apabila tidak diimunisasi maka akan dapat menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang. (Wahbah Az Zuhaili, Fikih Islam Wa Adillatuhu jilid 4, Jakarta: Gema Insani, 2015. hlm. 162).

Secara umum tujuan imunisasi, antara lain:

  • Melalui imunisasi, tubuh tidak mudah terserang penyakit menular.
  • Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit menular.
  • Imunisasi menurunkan angka morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka Kematian) pada balita.

Adapun manfaat imunisasi antara lain:

Untuk anak mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.

Untuk keluarga, menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa anaknya akan menjalani masa kanak-kanak yang nyaman.

Untuk negara memperbaiki tingkat kesehatan menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara. (Atikah, P. 2010.)

Lalu apakah halal vaksin itu?

Dasar Pertimbangan Penghalalan Vaksin Imunisasi Bagi Balita dalam Fatwa MUI No 04 Tahun 2016 Wujud dari kepedulian pemerintahan Indonesia kepada bangsa Indonesia dalam rangka menjaga kesehatan anak bangsa pemerintah mewajibkan untuk memvaksinasi imunisasi bagi balita. Semua itu tercantum dalam “UU Kesehatan No 36 Tahun 2009”.

Dalam rangka untuk mencegah penyakit yang berbahaya maka diwajibkan lah vaksinasi imunisasi. Atas dasar pertimbangan diatas maka MUI mengeluarkan fatwanya dengan beberapa pertimbangan yang mendasari antara lain, yakni:

Bahwa ajaran Islam sangat mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan, yang dalam prakteknya dapat dilakukan melalui upaya preventif agar tidak terkena penyakit dan berobat manakala sakit agar diperoleh kesehatan kembali, yaitu dengan imunisasi.

Bahwa imunisasi, sebagai salah satu tindakan medis untuk mencegah terjangkitnya penyakit penyakit tertentu, bermanfaat untuk mencegah penyakit berat, kecacatan dan kematian.

Bahwa ada penolakan sebagian masyarakat terhadap imunisasi, baik karena pemahaman keagamaan bahwa praktik imunisasi dianggap mendahului takdir maupun karena vaksin yang diragukan kehalalannya.

Namun, walaupun MUI sudah menyatakan bahwa hukum imunisasi adalah dibolehkan (mubah), masih ada masyarakat yang enggan untuk melakukan imunisasi.

banner 120x600
  • Bagikan