Konsep Penyembelihan Hewan yang Halal Sekaligus Toyyib!

  • Bagikan

Yuliana Lutfia Almasyan, Mahasiswi Teknologi Pangan Halal Universitas Muhammadiyah Bandung

AYOPROPERTI.COM – Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam perlu memiliki sistem jaminan kehalalan yang dapat menjamin ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi produk pangan yang beredar, baik produk pangan yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Di antara produk pangan yang ada, pangan asal hewan terutama daging yang berasal dari jenis hewan halal, memiliki risiko tinggi menjadi pangan tidak halal akibat proses penyembelihan yang tidak sesuai syariat islam.

Salah satu titik kritis yang dapat menyebabkan daging itu menjadi tidak halal adalah proses penyembelihan hewan yang tidak sesuai dengan syari’at agama Islam. Peran juru sembelih halal menjadi sangat penting dalam menentukan hal ini.

Pada zaman sekarang ini kehalalan ataupun keharaman terutama dalam pangan sudah banyak disepelekan oleh masyarakat Indonesia. Padahal di Indonesia sendiri mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk agama islam. Tetapi tak dipungkiri banyak masyarakat memilih untuk makan makanan dengan tanpa di telusuri apakah makanan itu halal atau haram.

Penyembelihan pada daging misalnya, kebanyakan orang-orang yang ingin menyembelih pada hewan tidak menggunakan tata cara syariat pada ketentuan islam yang sudah ada. Banyak orang pada zaman sekarang ini hanya ingin instan dan cepat. Mereka tidak sadar bahwa titik kritis kehalalan pada daging itu ditentukan pada proses penyembelihan itu sendiri.

Proses pemotongan hewan sekarang ini banyak yang menggunakan mesin, padahal belum tentu pemotongan itu halal, daging itu halal ditentukan pada penyembelihan dengan ketentuan syariat islam yang sudah banyak kita ketahui tata caranya.

Daging halal ditentukan dari proses pemotongan hewan dengan ketentuan syariat islam. Masyarakat harus lebih waspada terhadap bahan pangan terutama daging yang “haram” mau itu didapatkannya atau cara penyembelihannya.

Seperti disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 173, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *