banner 120x600
banner 120x600

Tenang! LPPOM-MUI Menjamin Kehalalan Bahan Kosmetik, Lho

  • Bagikan

Ismi Fathiya Khoirunnisa, Mahasiswi Teknologi Pangan Halal Universitas Muhammadiyah Bandung

AYOPROPERTI.COM – Saat ini kosmetik menjadi satu hal yang tak mungkin dilewatkan setiap harinya. Jika diperhatikan dengan saksama, kita akan membutuhkan kosmetik sejak bangun tidur hingga kembali ke tempat tidur.

Artinya, setiap hari manusia menggunakan kosmetik. Produk kosmetik yang beredar dipasaran ternyata masih banyak yang belum mencantumkan label halal dalam kemasan produknya. Padahal kebutuhan akan label halal sangat penting di Indonesia karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam (muslim).

Jika dihitung, sudah berapa banyak produk kosmetik yang digunakan dalam sehari? Patut diakui, kesadaran masyarakat tentang kosmetik halal memang kalah dengan pangan halal. Secara umum, konsumen muslim sudah memahami pentingnya pangan halal karena produk langsung dikonsumsi dan dicerna dalam tubuh. Hal ini membuat kebanyakan orang sangat berhati-hati.

Secara umum, ada dua hal yang perlu menjadi perhatian ketika berbicara tentang titik kritis kehalalan kosmetik. Pertama, dari sisi bahan. Harus diperiksa secara detail melalui laboratorium apakah produk mengandung bahan najis/bahan nonhalal atau tidak.

Ir. Muti Arintawati, M.Si., Wakil Direktur LPPOM MUI, menjelaskan bahwa kosmetik dapat dihasilkan dari beragam bahan, diantaranya tumbuhan, produk mikrobial, hewan, dan manusia.

Tumbuhan menjadi salah satu bahan yang sering digunakan dalam kosmetik. Pada dasarnya, tumbuhan termasuk ke dalam daftar bahan tidak kritis (positive list). Namun, tumbuhan melalui berbagai proses untuk menjadi suatu produk kosmetik. Proses tersebut memerlukan bahan-bahan lain yang digunakan untuk menolong keberhasilan proses tersebut. Sehingga harus dipastikan bahan penolong tersebut terbebas dari najis atau bahan nonhalal.

Bahan selanjutnya yang juga sering digunakan dalam kosmetik bersumber dari hewan. Yang saat ini sedang popular adalah kolagen atau plasenta sebagai antiaging atau antikerut.

Oleh karena itu, konsumen Islam cendrung memilih produk yang telah dinyatakan halal dibandingkan produk yang belum dinyatakan halal oleh pihak yang berwenang. Hal tersebut dikarenakan, produk makanan dan kosmetik yang telah dinyatakan halal cendrung lebih aman dan terhindar dari kandungan zat berbahaya. (Sumarwan, 2011:209).

Konsep halal sudah lama diterapkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama umat muslim dan berlaku tidak terbatas hanya pada makanan, tetapi juga produk-produk lain yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan tidak bisa diabaikan terhadap kosmetik yang digunakan setiap hari.

Berkat adanya lembaga LPPOM-MUI telah memberikan angin segar bagi masyarakat muslim Indonesia dalam memperoleh produk halal, dengan adanya label halal ini konsumen muslim dapat memastikan produk mana saja 3 yang boleh mereka konsumsi, yaitu produk yang memiliki dan mencantumkan label halal pada kemasannya.

Adanya label halal pada suatu produk akan membantu produsen yang memproduksi maupun konsumen dalam mengkonsumsi atau memakai, adanya label halal melindungi pengusaha dari tuntutan konsumen dikemudian hari dan dapat memperkuat serta meningkatkan image konsumen terhadap produk yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi persepsi konsumen tentang produk tersebut.

banner 120x600
  • Bagikan